Berkendara Di Jalan / Aspal Yang Basah
Di aspal basah, kudu punya teknik mengendara yang prima. Jangan biarkan ban sampeyan diserang gejala mengapung (aqua-planning). Gejala ini semakin riskan, seiring kecepatan yang bertambah. Jangan sampai sampeyan terpeleset.
Paling perdana, kurangi tekanan angin ban . Alasannya, jika tekanan ban terlalu keras, ban semakin kecil menapak di aspal. Ban kencang makin mengambang akibat gejala aqua-planning tadi. “Alhasil, motor seperti tidak menapak, susah dikendalikan,” tegas Deden Arsad, instruktur balap yang mukanya licin.
Sebaliknya, jika tekanan ban berkurang, permukaan ban ke aspal lebih gede. “Memang tarikan motor lebih berat. Tapi itu relatif aman,” tambah Andre Jess, drag-biker dan mantan crosser.
Kalau masih terasa licin, bergayalah macam tracker. Genggaman tangan mencengkeram setang. Kekuatan tertumpu di lengan dan pergelangan tangan. Satu atau dua jari tangan kanan, siaga di hendel rem depan.
Dengan cara itu, refleks sobat tetap terjaga jika tiba-tiba tergelincir. Ente pun nggak kaget dan mampu mengendalikan motor jika terpeleset.
Tapi perlu diingat perbandingan pengereman depan dan belakang. Tidak seperti kondisi kering. Ketika hujan 50% depan dan 50% belakang. “Kalau pengereman tertumpu di depan, motor gampang melintir,” tambah Deden.
Makin sip, sobat bangkit dari jok. Posisi kaki menjepit tangki motor macam crosser. Itu bila besutan sobat bertipe sport. Jika bebek, monggo menjepit ujung jok.
Buntutnya, lebih lincah diajak bermanuver saat ketemu lubang. “Juga efektif mencegah motor oleng akibat jalanan terlalu licin,” tegas Setyo Wacono, instruktur Solo Motocross Club School (SMCS).
KIAT SEDERHANA DI JALAN LICIN
Ada kiat-kiat sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Termasuk yang baru belajar naik motor. Pokoknya, mudah dilakukan.
Engine Brake
Inga.. inga.. jalan basah membuat tapak ban licin. Brad kudu hati-hati saat pengereman. Paling sip, gunakan engine brake. Lakukan oper dari gigi tinggi ke rendah secara perlahan, dengan gas halus, supaya roda belakang nggak terkunci. Kemungkinan sliding, kecil.
Rasakan Permukaan Jalan Saat riding di jalan licin yang nggak rata, rasakan permukaan jalan dengan mengocok rem secara perlahan. Jangan kaget menginjak atau tarik rem.
Akselerasi Lembut
Bro mesti ingat saat akselerasi. Apalagi kalau mesinnya sangar, akselerasi kasar bikin roda belakang spin, belak-belok dan tergelincir. Tarik gas dengan pelan, yang penting selamat.
Di Turunan
Jangan keburu nafsu ketemu turunan. Makin cepat sampeyan meluncur, makin sulit ngerem. Makanya dalam situasi hujan, lebih baik pelan dan pakai gigi rendah. Dengan begitu, motor tertahan putaran mesin.
Di Tanjakan
Brad mesti waspada lawan di depan. Bisa aje doi nggak terkontrol terus menabrak sampeyan. Untuk itu jaga jarak supaya bisa ngeles alias antisipasi dengan gerak menghindar.
Jalan Berlumpur
Saat menikung di jalan berlumpur, pilihlah trek bekas lindasan ban mobil. Di situlan tempat ban motor bro mencengkeram lebih baik.
Sliding? Jangan Panik!
Lagi asyiknya menikung, eh motor sliding. Jangan panik! Kaki wajib tetap di pijakan supaya mudah mengontrol manuver motor. Jangan melawan gerak motor, ikuti aje sambil brad beradaptasi.
Ingat juga, jangan ngerem mendadak. Lepas gas perlahan, lakukan counter steering, ikuti ke mana arah roda depan sambil kaki tetap di pijakan. Setelah dapat cengkeraman dan kontrol sepenuhnya, jangan keburu girang dan akselerasi mendadak. Meluncurlah keluar dari tikungan dengan hati-hati.
wah saya sangat sering sliding nih. coz ganti pakai cakram belakang… tapi asyik buat late braking…
Komentar oleh dismas070492 — Februari 17, 2010 @ 6:39 am |